Sementara itu hujan gerimis, deras, atau salju, bergantung pada kondisi atmosfer dan suhu saat itu.
Di sebagian besar wilayah bumi, cuaca berganti antara periode kering dan basah. Setiap periode cuaca badai disusul oleh periode udara kering dengan sinar matahari yang berlimpah dan sedikit awan.
Pengecualian terjadi pada pegunungan yang berada di dekat lautan. Saat udara laut yang lembap berembus ke daratan, udara tersebut bertemu dengan pegunungan dan dipaksa untuk terangkat di atasnya. Awan bisa langsung terbentuk hampir terus-menerus, membawa hujan yang bisa berlangsung selama beberapa pekan bahkan lebih lama.
Dalam pencatatan modern, curah hujan diukur berdasarkan jumlah dalam jangka waktu tertentu, biasanya setiap jam atau hari. Beberapa tetes hujan disebut "jejak" hujan. Curah hujan diukur jika jumlahnya mencapai 0,01 inci (0,25 milimeter) atau lebih.
Periode hujan terpanjang terjadi di Hawaii, Amerika Serikat, tempat angin pasat timur bertiup ke arah pegunungan. Curah hujan terukur selama 331 hari berturut-turut, tercatat di Peternakan Manuawili, Maui, pada 1939-1940.