Admiral Nakhimov merupakan kapal urutan ketiga dari kelas Kirov dan menjadi kebanggan bagi Rusia. Kapal ini pertama kali digunakan AL Uni Soviet pada 1980-an.
Setelah Perang Dingin, kapal ini belum digunakan lagi. Namun bukan dijadikan rongsokan, melainkan diperbaiki di Galangan Sevmash sejak 1999, termasuk dipasangi persenjataan modern.
Kementerian Pertahanan Rusia mengungkap, Admiral Nakhimov akan menjadi kapal perang AL terkuat yang pernah ada.
Kapal ini memiliki panjang 250 meter dan dilengkapi berbagai senjata termasuk rudal supersonik P-700 Granite. Kapal ini juga dipasangi senjata perlindungan udara berupa rudal jarak jauh S-300 dan S-400, serta rudal jarak pendek 9K33 Osa.
Dalam perbaikan terbaru, pelindung udara akan diganti dengan Fort-M, versi S-300 yang lebih canggih. Bukan hanya itu kapal penjelajah ini berpotensi dipersenjatai rudal hipersonik Zircon 3M22.
Rencananya, Admiral Nakhimov akan diserahkan ke Angkatan Laut Rusia pada 2022 dan melakukan uji coba laut pada 2023.
Kapal Pyotr Velikiy dulunya bernama Yuri Andropov, diambil dari nama mantan Sekjen Partai Komunis, Yuri Vladimirovich Andropov. Namun setelah Uni Soviet runtuh, nama kapal diganti.
Pyotr Velikiy masuk kategori kelas Kirov, tepatnya berada di urutan keempat, dan menjadi satu dari beberapa kapal yang pensiun.
AL Rusia pertama kali menggunakan kapal sepanjang 252 meter dan berbobot 28.000 ton ini pada 18 April 1998. Kecepatan maksimal yang bisa ditempuh kapal jenis ini adalah 32 knot atau sekitar 59 km per jam.
Kapal ini dilapisi baja setebal 76 milimeter, sistem sensor dan radar canggih Vokshod MR-800 tiga dimensi, fregat MR-710 tiga dimensi, radar navigasi Palm Frond, serta sonar Horse Tail VDS.
Sebagai kapal tempur Rusia, Pyotr Velikiy dilengkapi persenjataan canggih seperti rudal P-700 Granit, rudal pertahanan Kinzhal 3K95, rudal pertahanan S-300 FM, rudal pertahanan OSA-MA, roket RBU-1000, peluncur roket RBU-12000, torpedo 533 mm, dan senjata anti-udara Kashtan.
Rusia sebenarnya ingin membangun kapal kelas Kirov kelima namun dibatalkan. Opsinya adalah mengaktifkan kembali kapal perang Laksamana Ushakov dan Laksamana Lazarev yang dimulai pada 2020.
Namun kondisi inti reaktor pada kedua kapal sangat sulit diperbaiki, mahal, dan berpotensi membahayakan saat mengeluarkan sisa-sisa bahan bakar nuklir untuk memperbaiki inti.
Kedua kapal itu pun diputuskan untuk dibuang pada 2021. Penghapusan Laksamana Lazarev dimulai pada awal 2021.
Hingga awal 2022, hanya Pyotr Velikiy yang beroperasi serta modernisasi Laksamana Nakhimov dimulai pada 2021 yang diperkirakan selesai paling cepat 2023. Setelah itu Pyotr Velikiy menyusul dan diperkirakan memakan waktu sekitar 3 tahun.
Namun, CEO Sevmash Mikhail Budnichenko tiba-tiba mengatakan kapal tersebut siap dikirim ke Angkatan Laut Rusia pada 2022. Modernisasi Laksamana Nakhimov dan saudaranya dilakukan secara cepat.