WASHINGTON, iNews.id - Politisi Muslimah yang juga anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, menegaskan tidak gentar dengan ancaman deportasi dan hukuman penjara sebagaimana disampaikan Presiden Donald Trump. Perempuan keturunan Somalia itu sedang menghadapi penyelidikan dugaan pelanggaran imigrasi, yakni manipulasi usia saat dirinya mendapat status kewarganegaraan AS.
Omar bertekad akan melawan upaya pemerintahan Trump dalam mengintimidasi dirinya serta politisi Muslim lain menjelang pemilu paruh waktu pada 3 November mendatang.
"Kami tidak akan bisa diintimidasi. Kami tidak akan bisa dibungkam. Kami tidak akan takut," kata Omar, politisi dari daerah pemilihan Negara Bagian Minnesota itu, melalui pesan video, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (22/10/2026).
Dia menilai, sikap pemerintahan Trump itu merupakan bentuk ketakutan Partai Republik dalam menghadapi pemilu yang sangat menentukan nasib mereka di Kongres AS. Dominasi Partai Republik di DPR dan Senat bisa saja ditumbangkan Partai Demokrat dampak dari kebijakan tak populer Trump seperti soal perang melawan Iran dan imigrasi.
Omar melanjutkan, solidaritas publik terhadapnya justru memberikan momentum penting untuk melawan Trump dan pemerintahannya.