Diancam Bunuh, Remaja Saudi yang Kabur dari Rumah Tutup Akun Twitter

Anton Suhartono
Rahaf Mohammed Al Qonun (dua dari kiri) (Foto: AFP)

Thailand pun mengurungkan niat untuk mendeportasi lalu menyerahkan Rahaf ke badan PBB yang mengurus pengungsi, UNHCR. Setelah memberikan status pengungsi, UNHCR meminta Australia mempertimbangkan mengizinkan Rahaf bermukim di sana. Australia pun berjanji mempertimbangkan Rahaf mendapat visa kemanusiaan.

Akun Twitter Rahaf, @rahaf84427714, sempat offline pada Jumat siang setelah mem-posting bahwa dia memiliki berita baik dan buruk. Sejam berselang, sempat aktif lagi namun setelah itu hilang.

Nourah, rekan Rahaf, mengatakan dalam cuitannya bahwa temannya itu menerima ancaman pembunuhan.

"Dia menerima ancaman pembunuhan dan karena alasan itu dia menutup akun Twitter," cuit Nourah.

Hal serupa disampaikan jurnalis ABC Australia, Sophie McNeil. Dalam percakapan langsung, Rahaf mengatakan dia dalam kondisi baik dan aman, namun ingin berhenti menggunakan Twitter.

"Dia mendapat banyak ancaman pembunuhan," kata Sophie, di Twitter.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
16 jam lalu

RI-Australia Teken Traktat Keamanan, Menlu Sugiono: Bukan Pakta Militer

Nasional
16 jam lalu

Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia

Nasional
18 jam lalu

Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel-Emas di RI

Nasional
20 jam lalu

Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal