Dikhianati, Iran Tolak Mentah-Mentah Tawaran Trump untuk Berunding Nuklir Lagi

Anton Suhartono
Ayatollah Ali Khamenei menolak tawaran Donald Trump kembali ke meja perundingan untuk membahas nuklir (Foto: AP)

“Presiden AS dengan bangga mengatakan mereka mengebom dan menghancurkan industri nuklir Iran. Baiklah, teruslah bermimpi!” kata Khamenei.

Dia menegaskan bukan urusan bagi AS jika Iran memiliki fasilitas nuklir atau tidak. Amerika, kata Khamenei, tidak berhak ikut campur dengan urusan dalam negeri Iran.

"Intervensi ini tidak pantas, salah, dan bersifat memaksa," katanya.

Negara-negara Barat menuduh Iran diam-diam mencoba mengembangkan sebjata nuklir melalui pengayaan uranium, dan mendesak Iran menghentikan aktivitas tersebut. 

Iran berkali-kali membantah bahwa pengayaan uraniumnya bertujuan untuk membuat senjata nuklir, melainkan kepentingan sipil.

Pada Sabtu (18/10/2025), Iran mengumumkan tak memiliki kewajiban lagi untuk menaati resolusi Dewan Keamanan PBB soal pembatasan nuklir sesuai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang disahkan pada 2015. Resolusi tersebut sudah selesai masa berlakunya.

Iran kini hanya berpegangan pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Ini berarti Iran bisa meningkatkan pengayaan uraniumnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 jam lalu

PBB Ungkap Serangan Tanpa Pandang Bulu AS ke Sekolah di Iran, Bakal Tuntut Pertanggungjawaban

14 jam lalu

Tim Pencari Fakta PBB: AS Mungkin Lakukan Kejahatan Perang di Iran

15 jam lalu

Kaget! Kanselir Jerman Bilang Era Persahabatan Eropa-AS sejak Perang Dunia II Telah Berakhir

16 jam lalu

Sedang Perang, AS Tetap Izinkan Presiden Iran Hadiri Sidang Umum PBB di New York

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal