Dilanda Pandemi Covid Gelombang 3, Sudan Kekurangan Tabung Oksigen

Umaya Khusniah
Tabung oksigen. (Foto: Pixabay)

"Ayah saya meninggal karena tidak adanya tempat tidur perawatan intensif dengan ventilator," kata warga Khartoum, Sayda Mahmoud (34) seperti dikutip Reuters. 

Dia mengaku sangat sedih karena dia melihat ayahnya sekarat. Ayahnya tampak menderita dan kesakitan karena sesak napas selama berjam-jam sampai akhirnya meninggal di rumah sakit pemerintah.

Media sosial di negara ini kini dipenuhi dengan permintaan bantuan dari kerabat yang mencari tempat tidur, obat-obatan, dan tabung oksigen.

Para pejabat mengatakan sekitar 300 ventilator tersedia di negara itu. Jumlah tersebut jauh dari yang dibutuhkan untuk menanggapi keadaan darurat saat ini.

Sebuah penelitian pemerintah menunjukkan 38% tabung oksigen telah diselundupkan keluar dari sistem kesehatan untuk digunakan pasien tertentu di rumah. Beberapa pasien menyuap staf rumah sakit untuk membeli silinder tersebut, sementara yang lain mengandalkan hubungan pribadi.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir

Internasional
2 bulan lalu

Perang 2 Tahun Bikin Ekonomi Sudan Kembali ke Zaman Kuno

Internasional
2 bulan lalu

Nilai Mata Uang Hancur 800%: Sudan Masuki Jurang Hiperinflasi Tanpa Kendali

Internasional
2 bulan lalu

Pesawat Militer Sudan Ilyushin Il-76 Jatuh, Seluruh Kru Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal