Disebut Miliarder Arogan oleh PM Australia Albanese, Begini Komentar Elon Musk

Anton Suhartono
Elon Musk membalas pernyataan PM Australia Anthony Albanese yang menyebutnya miliarder arogan (Foto: Reuters)

Dalam postingan lain, Musk menulis bahwa kekhawatiran perusahaannya adalah jika negara-negara dengan leluasa menyensor konten sebagaimana diminta eSafety Commisar Australia.

"Lalu apa yang bisa menghentikan negara mana pun untuk mengendalikan seluruh Internet?" ujarnya.

Penolakan yang dilakukan oleh orang terkaya ketiga di dunia ini membuat front baru dalam pertarungan antara platform internet terbesar dunia dengan pemerintahan serta organisasi nirlaba yang berupaya melakukan pengawasan lebih ketat terhadap konten mereka.

Bulan lalu, seorang hakim AS membatalkan gugatan X terhadap lembaga pengawas ujaran kebencian, Center for Countering Digital Hate. 

eSafety Commisar juga menghukum denda X sebesar 610.500 dolar Australia tahun lalu karena enggan bekerja sama dalam penyelidikan praktik anti-pelecehan anak. Proses hukum terhadap gugatan itu masih berjalan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 hari lalu

Roy Suryo Soroti Surat Keterangan Pendidikan Gibran di Australia, Ini Temuannya

8 hari lalu

Kekayaan Elon Musk Kembali Melesat, Kini Tembus Rp15,12 Kuadriliun

9 hari lalu

Heboh! Puluhan Ribu Medali Ajang Sydney Marathon 2026 Salah Cetak

13 hari lalu

Kisah Pemuda Drop Out SMA Kini Jadi Miliarder Termuda Eropa Berkat Chip AI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal