Festival ini menjadi lebih istimewa dengan diperkenalkannya budaya-budaya Indonesia Timur kepada para pengunjung yang sebagian besar adalah warga Australia. Suasana Indonesia Timur dihadirkan melalui pakaian adat Papua yang dikenakan oleh pembawa acara. Ada juga penampilan tarian daerah Nusa Tenggara Timur, dan tak lupa kemeriahan line dance Maumere yang diikuti oleh para pengunjung.
Yang tak kalah mengunggah yaitu workshop Papeda yang memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk mencicipi khasnya makanan yang terbuat dari sagu dan berasal dari Maluku dan Papua. Salah satu warga Australia, Giorgina, mengungkapkan, dia menyukai makanan Indonesia.
“Saya suka makanan Indonesia apalagi yang pedas, jadi saya senang bisa datang ke festival ini. Satu lagi, ini pertama kalinya saya mencoba papeda dan ikan kuah kuning, (rasanya) luar biasa!” ujarnya.
Festival ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah yang turut mendukung keberlangsungan acara. Di antara pejabat yang hadir adalah Konsul Jenderal RI di Melbourne, Kuncoro Waseso; Atase Perdagangan Canberra, Agung Haris Setiawan; serta perwakilan dari Direktorat Pembiayaan dan Direktorat Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, Arya Galih Anindita. Kehadiran mereka menambah gemerlap acara dan menunjukkan dukungan kuat untuk promosi budaya Indonesia di Australia.
Tidak hanya hadir dalam kegiatan, seluruh tamu undangan pun mengunjungi stall-stall yang tergabung dalam Festival. Kunjungan tersebut merupakan bentuk penyampaian rasa bangga dan dukungan atas usaha para diaspora Indonesia yang berpartisipasi dalam mempromosikan Indonesia.