Dituduh Biang Kerok Kekalahan Republik di Pemilu terkait Perang Iran, Nasib Menhan AS di Ujung Tanduk

Anton Suhartono
Pete Hegseth menjadi sasaran kemarahan internal Partai Republik setelah partai tersebut kalah dalam pemilu paruh waktu (Foto: AP)

Vance juga mengingatkan bahwa kekalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Partai Republik. Menurut dia, banyak pemilih yang sebelumnya mendukung Trump dan Vance pada pemilu 2024 justru beralih memilih Partai Demokrat dalam pemilu kali ini.

"Jika Anda ingin berpendapat bahwa perang itu sepadan, meskipun harus kehilangan Senat selama 6 tahun ke depan, silakan. Namun, semua orang tahu mengapa kita kalah," tulisnya.

Kritik terhadap Hegseth juga datang dari Partai Demokrat. Mereka sejak awal menentang perang Iran sekaligus mempertanyakan cara Pentagon menangani operasi militer tersebut.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan Hegseth tidak akan mundur hanya karena tekanan politik dari sejumlah anggota Partai Republik.

"Menteri Hegseth berkomitmen 100 persen untuk memimpin Departemen Pertahanan hingga akhir masa jabatan Presiden Trump," kata Parnell.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Partai Republik Kalah Pemilu AS gegara Perang Iran, Menhan Pete Hegseth Hadapi Pemakzulan

15 jam lalu

Abdul El Sayed Muslim Pertama Jadi Senator AS, Tuduhan Ekstremis Islam Tak Mempan

18 jam lalu

Daftar Politisi Muslim Menang Pemilu AS: Ada Keturunan Palestina hingga Mualaf

19 jam lalu

Terjebak di Kamboja 2 Minggu karena Tak Sanggup Beli BBM, Kapal Pesiar Mewah Lanjut Berlayar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal