Ilustrasi komoditas gandum dari Ukraina. (Foto: Reuters)
Ahmad Islamy Jamil

NUR-SULTAN, iNews.id – Laporan terbaru dari media Barat menyebut Rusia diduga memasok gandum dari Ukraina ke Suriah. Rusia lantas menanggapi klaim tersebut dengan mengatakan laporan itu adalah informasi yang salah dan berita palsu.

Pada 2 Juni, Reuters dengan mengutip Kedutaan Besar Ukraina di Lebanon melaporkan, Rusia diduga mengekspor 100.000 ton gandum dari Ukraina sejak dimulainya operasi militer khusus pada 24 Februari. Moskow bahkan dikatakan telah memasok hasil pertanian itu ke Suriah.

“Ini adalah informasi palsu lainnya yang tidak terkonfirmasi, yang jauh dari kenyataan,” kata Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Suriah, Alexander Lavrentiev, kepada kantor berita Sputnik, Jumat (17/6/2022).

“Cadangan utama (gandum) ada di wilayah Mykolaiv dan Odesa, sedangkan kapal-kapal Rusia tidak memiliki akses ke pelabuhan ini karena berada di bawah kendali Ukraina,” ujarnya.

Diplomat itu menuturkan, tidak ada lumbung gandum di kota pelabuhan Mariupol yang saat ini dikuasai Rusia. Dia pun memastikan tak ada 100.000 ton biji-bijian di kota itu seperti klaim Ukraina.

Para pemimpin dunia dan organisasi internasional telah berulang kali mendesak Rusia untuk membuka blokir pelabuhan laut Ukraina dan membiarkan gandum yang tersimpan di gudang-gudang negara itu diekspor ke negara lain. 

Moskow pun telah membantah tuduhan Barat bahwa Rusia memblokir pelabuhan laut Ukraina. Sebaliknya, justru tentara pasukan Kiev-lah yang memasang ranjau pada pelabuhan mereka di Laut Hitam.

(Infografis: Ghalih Wichaksono)

Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT