Bahkan setelah memperhitungkan dokter yang kembali, Israel kehilangan bersih 509 dokter sepanjang 2023 dan 2024. Rata-rata kehilangan tersebut sekitar 255 dokter per tahun, hampir lima kali lipat dibandingkan rata-rata tahunan pada dekade sebelumnya.
Eksodus itu juga menyentuh sejumlah spesialis penting. Penelitian tersebut mencatat 116 dokter spesialis mata, kulit, serta telinga, hidung, dan tenggorokan meninggalkan Israel. Jumlah itu setara sekitar 6,2 persen dokter pada bidang-bidang tersebut.
Sementara itu, sekitar 188 dokter bedah atau 6 persen dari total dokter bedah juga tercatat pergi. Para peneliti memperingatkan tren ini berisiko memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan dokter generasi berikutnya.
Eksodus Tenaga Ahli Mengancam Ekonomi
Fenomena hengkangnya tenaga profesional tidak hanya terjadi di sektor kesehatan. Penelitian Otoritas Pajak Israel yang diberitakan The Times of Israel pada Agustus 2026 menemukan jumlah warga berpenghasilan tinggi yang bekerja di sektor teknologi dan kesehatan dan meninggalkan negara itu hampir dua kali lipat dalam lima tahun.
Eksodus tersebut didominasi dokter, insinyur, serta pekerja berpendidikan tinggi dengan penghasilan besar. Jika terus berlangsung, tren itu diperkirakan dapat mengurangi penerimaan pajak hingga 3,5 miliar dolar AS per tahun.