Sektor teknologi juga menghadapi risiko. Otoritas Inovasi Israel memperingatkan aktivitas penelitian dan pengembangan serta pengelolaan perusahaan rintisan semakin banyak berpindah ke luar negeri. Jumlah pekerja teknologi yang berbasis di Israel pun mengalami penurunan.
Brik menilai kehilangan tenaga profesional akan semakin memperlemah kemampuan Israel mempertahankan kekuatan ekonomi dan institusi publiknya.
Perpecahan Politik Memperburuk Keadaan
Brik juga menuding kepemimpinan politik Israel turut memperdalam krisis internal. Dia mengkritik melemahnya supremasi hukum dan lembaga-lembaga publik, termasuk kecenderungan mengutamakan loyalitas politik dibandingkan kompetensi dan integritas dalam penunjukan pejabat.
Menurut Brik, persoalan tersebut memperbesar ketidakpercayaan masyarakat dan memperburuk perpecahan yang sudah terjadi.
Dia bahkan menilai situasi Israel saat ini jauh lebih serius daripada sekadar perselisihan antarkelompok politik. Istilah "perang saudara senyap" digunakan untuk menggambarkan keretakan sosial yang menurutnya berlangsung bersamaan dengan eksodus tenaga ahli.
Brik sebelumnya juga memperingatkan Israel menghadapi ancaman keruntuhan di berbagai bidang, mulai dari militer, ekonomi, hingga institusi negara. Dia menyebut negara itu telah kehilangan legitimasi internasional dan sekutu, sehingga berisiko semakin terisolasi.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai masa depan Israel setelah perang berkepanjangan dan krisis politik domestik. Bagi Brik, keluarnya dokter, ilmuwan, dan tenaga profesional bukan sekadar persoalan migrasi, melainkan ancaman terhadap kemampuan Israel mempertahankan kekuatan dan keberlangsungan negaranya.