TEL AVIV, iNews.id - Gelombang eksodus dokter, ilmuwan, insinyur, dan tenaga profesional lainnya menjadi ancaman serius bagi Israel. Mantan jenderal militer Israel, Mayor Jenderal (Purn) Itzhak Brik, menyebut fenomena tersebut sebagai bagian dari "perang saudara senyap" yang tengah menggerogoti negaranya dari dalam.
Brik memperingatkan Israel bukan sekadar menghadapi polarisasi politik. Menurut dia, perpecahan masyarakat dan hengkangnya tenaga-tenaga ahli justru mengancam fondasi negara yang dibangun selama puluhan tahun.
Dalam artikel opini di surat kabar Maariv, Brik menyebut dokter, ilmuwan, pengusaha teknologi, serta kalangan profesional terampil memilih meninggalkan Israel. Eksodus tersebut dinilai menguras sumber daya manusia yang menjadi salah satu kekuatan utama negara itu.
Peringatan Brik bukan tanpa latar belakang. Penelitian Universitas Tel Aviv yang dipublikasikan pada September 2026 menemukan sekitar 1.370 dokter meninggalkan Israel sepanjang 2023-2025 untuk tinggal di luar negeri setidaknya selama 1 tahun.
Jumlah tersebut meningkat 94 persen dibandingkan periode tiga tahun serupa pada 2013-2015. Pada 2023, sebanyak 416 dokter pergi, disusul 530 dokter pada 2024 dan sekitar 419 dokter pada 2025.