Dokumen Rahasia Bocor di Medsos, Para Pejabat AS Kerepotan Cari Pelaku

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi dokumen rahasia. (Foto: Pixabay)

Beberapa dokumen diberi tanda “NOFORN”, artinya tidak dapat diberikan kepada warga negara asing.

Pada Minggu(9/4/2023), dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak mengesampingkan bahwa dokumen tersebut mungkin telah direkayasa untuk menyesatkan penyelidik mengenai asalnya. Dugaan lainnya, rekayasa itu dilakukan untuk menyebarkan informasi palsu yang dapat membahayakan kepentingan keamanan AS.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu, Pentagon mengatakan sedang meninjau validitas dokumen yang difoto dan tampaknya berisi materi sensitif dan sangat rahasia itu. Pentagon telah merujuk masalah tersebut ke Departemen Kehakiman AS, yang telah membuka penyelidikan kriminal atas kasus tersebut.

Salah satu dokumen, tertanggal 23 Februari dan bertanda “Rahasia”, menguraikan secara perinci bagaimana sistem pertahanan udara S-300 Ukraina akan habis pada 2 Mei dengan tingkat penggunaan saat ini.

Informasi yang dijaga ketat seperti itu bisa sangat berguna bagi pasukan Rusia. Sementara Ukraina mengatakan presiden dan pejabat keamanannya bertemu pada Jumat lalu untuk membahas cara mencegah kebocoran dokumen.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
16 jam lalu

Pesawat Air France Rute Paris-Detroit Dilarang Masuk AS, Ada Apa?

Internasional
21 jam lalu

Gugus Tempur Kapal Induk AS USS Nimitz Tiba di Karibia, Siap Serang Kuba?

Internasional
22 jam lalu

Terungkap! Trump Tunda Serang Iran karena Pelaksanaan Haji

Internasional
23 jam lalu

Iran Siapkan Senjata Baru Perang Lawan AS-Israel: Belum Pernah Digunakan Sebelumnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal