Donald Trump Menang Pilpres Amerika, Bagaimana Kelanjutan Kasus Hukumnya?

Anton Suhartono
Kasus yang menjerat Donald Trump masih menjadi pertanyaan besar, apakah akan dilanjutkan atau ditangguhkan (Foto: AP)

Namun jaksa menilai, penundaan penuntutan diperlukan untuk memberi waktu kepada pemerintah guna mempelajari kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini serta menentukan tindakan yang tepat untuk kedepannya tanpa melanggar aturan atau kebijakan Departemen Kehakiman.

Sumber pejabat yang mengetahui perkembangan masalah ini mengatakan kepada Reuters pada 6 November, Departemen Kehakiman sedang membahas cara untuk mengakhiri kasus pidana tersebut saat Trump bersiap untuk kembali ke Gedung Putih. Pelantikan presiden AS akan digelar pada 20 Januari 2025.

Baca Juga

Trump, dalam sidang pada 2023, mengaku tidak bersalah atas empat dakwaan pidana yang menuduhnya berkonspirasi untuk menghalangi pengesahan kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020. 

Dia dituduh menghasut para pendukungnya untuk membatalkan pengesahan kemenangan Biden oleh Kongres di Gedung Capitol, Washington DC pada 6 Januari 2021.

Namun Trump memenangkan Pilpres AS 2024 pada 5 November lau, menyingkirkan pesaingnya, Kamala Harris. Kemenangannya itu disebut hampir pasti mengakhiri dua dakwaan federal terhadapnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

Trump Tak Main-Main soal Nuklir Iran, Menlu Rubio: Bukan Sekadar Isu Politik

9 jam lalu

Pemilu AS Tak Pengaruhi Perang Iran, Rubio: Trump Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata

10 jam lalu

Komentari Trump, Presiden Iran: Kami Bukan Negara Teroris, Justru Korban Terorisme

13 jam lalu

Gawat! Iran Peringatkan Perang Lawan AS Bisa Meluas ke Samudera Hindia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal