JAKARTA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan perubahan penyebutan artificial intelligence (AI) menjadi super intelligence dalam dokumen pemerintah AS. Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa (22/9/2026).
Donald Trump mengatakan istilah artificial atau buatan membuat teknologi tersebut seolah-olah tidak nyata. Menurut dia, istilah 'super intelligence' dinilai lebih sesuai untuk menggambarkan kemampuan teknologi yang berkembang pesat.
"Dari titik ini ke depan, seluruh dokumen Amerika Serikat, dan mudah-mudahan dokumen dunia, akan diubah menggunakan istilah yang jauh lebih akurat, yaitu ‘super’ dibandingkan ‘artificial’. Jadi, super intelligence," kata Trump dalam pidatonya di PBB, seperti dilaporkan Reuters, dikutip Kamis (24/9/2026).
Trump juga menyebut perkembangan teknologi tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Dia menegaskan tidak ingin pemerintah AS menghambat perkembangan AI melalui regulasi yang dinilai dapat memperlambat pertumbuhan industri.
Trump bahkan menyatakan teknologi tersebut berpotensi memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan Revolusi Industri.