Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, dalam seminggu terakhir, selain bermacam-macam pesawat tempur biasa, militer China juga mengirim empat drone ke wilayah udara dekat Taiwan. China menerbangkan TB-001, sebuah drone tempur yang juga dikenal sebagai Twin-Tailed Scorpion, pada Kamis (8/9/2022) dan dua drone pengintai pada Jumat (9/9/2022) dan Sabtu (10/9/2022).
Mantan pejabat Pentagon yang berspesialisasi di China, Drew Thompson mengatakan, militer Taiwan mampu menghadapi jet tempur China. Namun mereka tidak terbiasa dengan gangguan tingkat rendah tetapi terus-menerus.
Ketika drone pertama kali muncul, Taiwan tampak tidak siap. Mereka tidak memiliki peralatan yang memadai untuk melawannya.
"Tentara tertangkap basah. Taiwan masih berperang di abad ke-20 dan perlu merangkul strategi asimetris abad ke-21," katanya.
Mayor Jenderal Chang Jung-Shun dari Komando Pertahanan Kinmen mengatakan, setelah penembakan drone, militer Taiwan mengirimkan jammer drone tambahan. Jammer dapat mengganggu sinyal drone yang mendekat ke pangkalan militer di Pulau Kinmen dan Matsu.