Dua Ahli Bom Tewas Terkena Ledakan saat Memeriksa Amunisi Bekas Perang Dunia II

Anton Suhartono
Tim forensik kepolisian Solomon memeriksa lokasi kejadian ledakan bom bekas Perang Dunia II (Foto: AFP)

Tunuki menegaskan, polisi tidak mengetahui ada bom atau persenjataan yang disimpan di tempat itu.

Terkait insiden ini, bahan-bahan peledak yang ada di lokasi telah dipindahkan. Polisi juga meyakinkan warga sekitar bahwa wilayah di pinggiran kota itu sudah aman.

Norwegian People's Aid menyatakan, semua akitivitas organisasi di Kepulauan Solomon ditangguhkan sementara sampai ada kepastian mengenai penyebab ledakan.

"Penyelidikan harus diselesaikan sebelum membuat kesimpulan tentang penyebab kejadian. Kecelakaan yang tragis, sejauh ini kami mengetahui terjadi ledakan yang menyebabkan kematian," kata organisasi, dalam pernyataan.

Organisasi amal tersebut menyebut banyak amunisi bekas Perang Dunia II yang tak sempat meledak di Kepulauan Solomon. Kondisi ini tidak hanya berisiko terjadi ledakan, namun juga amunisi melepaskan bahan kimia berbahaya yang mencemari lingkungan setelah 75 tahun terpendam.

"Amunisi dari konflik terus membunuh atau melukai penduduk setempat dan digunakan sebagai praktik penangkapan ikan yang merusak," kata organisasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
16 hari lalu

Militer Israel Tertekan! Amunisi 30 Tahun Habis dalam 3 Tahun untuk Perang, Ribuan Tank Rusak

17 hari lalu

Perang Brutal, Tentara Israel Gunakan Amunisi untuk 30 Tahun hanya dalam 3 Tahun

1 bulan lalu

Tak Sebut Nama AS, PM Jepang Takaichi: Cukup Negara Kami yang Dibom Atom!

1 bulan lalu

Geger Ancaman Bom di Bandara Ngurah Rai Bali, Petugas Pastikan Hoaks

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal