Dubes Israel Klaim Dipermalukan Petugas Bandara karena Berasal dari Kaum Druze

Nathania Riris Michico
Pemimpin spiritual Druze Israel, Sheikh Muafak Tarif (tengah), tiba di Tel Aviv. (FOTO: AFP)

YERUSALEM, iNews.id - Seorang diplomat Israel dari kaum minoritas Druze menuduh petugas keamanan di bandara Tel Aviv melakukan tindakan rasial yang mempermalukan dirinya dan keluarganya. Saat insiden terjadi, mereka sedang melakukan perjalanan bisnis resmi.

Duta Besar Israel untuk Panama Reda Mansour, yang berasal dari Kota Isfiya di Druze dekat Haifa, terbang ke negara Amerika Tengah pada Sabtu (3/8/2019). Namun dia dicegat dan diinterogasi oleh petugas keamanan di bandara Ben Gurion.

"Ketika mereka mengetahui bahwa kami berasal dari Isfiya, mereka meminta untuk melihat paspor kami," tulis Mansour di Facebook, setelah insiden itu, seperti dikutip AFP, Senin (5/8/2109).

Orang-orang Arab dan Druze Israel kerap mengecam perlakuan kasar yang dilakukan oleh staf keamanan bandara. Namun seorang pejabat senior jarang membicarakan tentang masalah ini.

Setelah menjelaskan soal insiden itu, di Facebook Mansour menyebut hal yang dia terima sebagai penghinaan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
2 hari lalu

Militer Israel Tertekan! Amunisi 30 Tahun Habis dalam 3 Tahun untuk Perang, Ribuan Tank Rusak

3 hari lalu

Perang Brutal, Tentara Israel Gunakan Amunisi untuk 30 Tahun hanya dalam 3 Tahun

3 hari lalu

Fakta Baru! Trump Abaikan Peringatan Intelijen dan Militer soal Dampak Perang Iran

3 hari lalu

Iran Lipat Gandakan Produksi Senjata, Siap-Siap Perang Panjang Lawan AS-Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal