Duh! Status Komodo Berubah dari Rentan Jadi Terancam Punah

Ahmad Islamy Jamil
Komodo kini terancam punah (ilustrasi). (Foto: ANTARA)

MARSEILLE, iNews.idKomodo kini dinyatakan terancam punah. Penyebabnya adalah kenaikan permukaan air laut yang dipicu krisis iklim sehingga menyusutkan habitat kadal terbesar di dunia itu, menurut “Daftar Merah” terbaru yang dirilis lembaga internasional, belum lama ini.

Komodo adalah satwa endemik di beberapa pulau di Indonesia. Mereka hidup di pinggiran hutan atau di padang sabana terbuka. Komodo jarang berkeliaran area yang berada di atas 700 meter di atas permukaan laut (dpl). 

Akan tetapi, naiknya permukaan air akan memengaruhi 30 persen habitatnya dalam 45 tahun ke depan, menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Lembaga yang berkantor pusat di Kota Gland, Swiss, itu pun telah mengubah status komodo dari rentan (vulnerable) menjadi terancam punah (endangered).

Pembaruan status komodo itu diumumkan dalam kongres konservasi dunia yang digelar IUCN di Marseille, Prancis. Ini adalah pembaruan status yang pertama untuk komodo dalam lebih dari 20 tahun terakhir. 

Daftar merah itu diumumkan menyusul terbitnya laporan ilmiah pertama di dunia tentang dampak pemanasan global terhadap kelangsungan hidup komodo. “Langkah konservasi mendesak diperlukan untuk menghindari risiko kepunahan (komodo),” demikian rekomendasi dalam makalah yang telah ditinjau oleh ilmuwan sejawat (peer-reviewed) itu, seperti dikutip The Guardian, Sabtu (4/9/2021).

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
8 jam lalu

Gempa Susulan Masih Mengguncang NTT, Kepala BNPB: Jangan Panik tapi Waspada

8 jam lalu

Gempa Magnitudo 5,8 kembali Guncang NTT Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami

21 jam lalu

59.647 Orang Mengungsi akibat Gempa M7,7 di NTT, Warga Khawatir Ada Gempa Susulan

23 jam lalu

Presiden Korsel Lee Sampaikan Belasungkawa Gempa Dahsyat NTT, malah Dikritik Netizen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal