Dulu Dilarang Trump, Transgender Kini Dapat Restu Biden untuk Berdinas di Militer

Ahmad Islamy Jamil
Presiden AS, Joe Biden. (Foto: AFP)

Menurut data Departemen Pertahanan AS (Pentagon), ada sekitar 1,3 juta personel aktif yang bertugas di militer Amerika. Akan tetapi, tidak ada angka resmi yang tersedia mengenai jumlah anggota mereka yang transgender.

Di bawah kebijakan Trump, personel militer transgender yang sudah telanjur bekerja sebelum pemerintahannya tetap diizinkan menjalankan tugas. Akan tetapi, dia tidak mengizinkan rekrutmen baru lagi bagi orang-orang dari kalangan itu.

Rencana Biden untuk mencabut larangan tersebut didukung oleh Menteri Pertahanan AS yang baru disahkan Senat, Lloyd Austin.

“Jika Anda bugar, memenuhi syarat untuk melayani (negara), dan dapat mempertahankan standar, Anda harus diizinkan untuk bekerja dan Anda dapat berharap bahwa saya akan mendukungnya selama ini,” kata Austin pada sidang konfirmasinya di Senat AS, Selasa (19/1/2021) lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
9 jam lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Lagi ke Rp18.111 per Dolar AS

10 jam lalu

Bak Dokter Gigi, Presiden Brasil Lula Periksa Bos WHO sambil Ngomongin Trump

17 jam lalu

Militer AS Serang Iran Lagi, Ledakan Guncang Beberapa Kota

19 jam lalu

Trump Murka Kapal Tanker Gas AS Diserang Drone: Kita Akan Serang Iran Sangat Keras 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal