Ebrahim Raisi Terpilih Jadi Presiden Iran, Begini Tanggapan PM Israel

Umaya Khusniah
Presiden Iran, Ebrahim Raisi. (Foto: Reuters)

"Pemilihan Raisi, menurut saya, adalah kesempatan terakhir bagi kekuatan dunia untuk bangkit sebelum kembali ke perjanjian nuklir," kata Bennett dalam sebuah pernyataan yang dia bacakan pertama kali dalam bahasa Ibrani dan kemudian dalam bahasa Inggris.

Dia menambahkan, rezim algojo brutal tidak boleh diizinkan memiliki senjata pemusnah massal. Maka dari itu, posisi Israel tidak akan berubah dalam hal ini.

Raisi tidak pernah secara terbuka merespons tuduhan seputar perannya terkait kematian ribuan tahanan politik pada 1988. Amerika Serikat dan  kelompok HAM menyebut kematian mereka sebagai eksekusi di luar hukum.

AS, di bawah kepeminpinan Donald Trump, keluar dari keaepakatan nuklir Iran pada 2018. Langkah yang didukung oleh Israel. Namun pemerintahan Joe Biden ingin AS kembali lagi ke kesepakatan rencana aksi bersama JCPOA itu. JCPOA yang juga diteken oleh Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman, dibuat semasa pemerintahan Barack Obama.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Netanyahu Unggah Video Baru Sapa Warga usai Dituding Pakai AI, Cincinnya Bikin Netizen Curiga

Internasional
7 hari lalu

Viral, Presiden Iran Pezeshkian Jalan di Trotoar Tanpa Pengawalan Ketat saat Serangan AS-Israel

Internasional
8 hari lalu

Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei Boneka Garda Revolusi Iran, Tak Berani Muncul ke Publik

Buletin
12 hari lalu

Setelah Hujan Rudal, Presiden Iran Minta Maaf dan Peringatkan Musuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal