Ebrahim Raisi Terpilih Jadi Presiden Iran, Begini Tanggapan PM Israel

Umaya Khusniah
Presiden Iran, Ebrahim Raisi. (Foto: Reuters)

YERUSALEM, iNews.id - Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett mengutuk terpilihnya mantan hakim garis keras, Ebrahim Raisi sebagai presiden Iran. Dia mengatakan, Raisi akan menjadi "rezim algojo yang brutal".

Dilansir dari Reuters, Bennett meminta kekuatan dunia agar tidak merundingkan kesepakatan nuklir baru dengan Iran.

Sebelumnya, Raisi, yang dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat karena pelanggaran hak asasi manusia, meraih kemenangan dalam pemilihan presiden Iran yang diumumkan pada hari Sabtu.

Bennett menuduh terpilihnya Raisi lebih disebabkan kedekatannya dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bukan karena hasil murni dari pilpres.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Netanyahu Unggah Video Baru Sapa Warga usai Dituding Pakai AI, Cincinnya Bikin Netizen Curiga

Internasional
8 hari lalu

Viral, Presiden Iran Pezeshkian Jalan di Trotoar Tanpa Pengawalan Ketat saat Serangan AS-Israel

Internasional
9 hari lalu

Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei Boneka Garda Revolusi Iran, Tak Berani Muncul ke Publik

Buletin
13 hari lalu

Setelah Hujan Rudal, Presiden Iran Minta Maaf dan Peringatkan Musuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal