Ekonomi Israel Makin Morat-marit akibat Perang di Gaza

Anton Suhartono
Perekonomian Israel sangat terpukul akibat perang melawan Hamas yang sudah berlangsung 4 bulan (Foto: Reuters)

Laporan Moody's juga mengungkap beban utang Israel akan lebih tinggi daripada perkiraan sebelum konflik. Lembaga tersebut memperkirakan rasio utang publik Israel terhadap produk domestik bruto (PDB) akan mencapai puncaknya sebesar 67 persen pada 2025.

Setelah penurunan peringkat tersebut, Israel diperkirakan tetap berada pada kategori “investment grade”, meski semakin sulit mendapatkan dana untuk membiayai perang.

Lembaga pemeringkat uang lainnya yang berbasis di AS, Fitch Ratings, menempatkan Israel pada posisi negatif “A+” terkait risiko geopolitik 
akibat perang dengan pejuang Palestina. Defisit utang diperkirakan akan semakin meningkat.

Membengkaknya pengeluaran publik akibat serangan di Gaza menyebabkan Israel mengalami defisit pada 2023, meski anggarannya mengalami surplus sebesar 0,6 persen dari PDB 2022.

Amir Yaron, gubernur bank sentral Israel, mendesak pemerintah untuk mematuhi disiplin fiskal serta menyeimbangkan pengeluaran dengan 
memangkas bidang-bidang yang tidak penting serta menaikkan pajak.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Sakti! Badan Intelijen Israel Tahan Wakil Sekjen PBB di Bandara Ben Gurion

Internasional
1 hari lalu

Drone Hizbullah Bikin Pasukan Israel Kalang Kabut, Netanyahu Ikutan Pusing

Buletin
1 hari lalu

Rusia Tegaskan Dukungan Program Nuklir Iran di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Internasional
1 hari lalu

Abaikan Gencatan Senjata, Israel Bersiap Lanjutkan Operasi Serangan Darat di Lebanon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal