Ekonomi Memburuk, Presiden Suriah Bashar Al Assad Pecat Perdana Menteri

Anton Suhartono
Bashar Al Assad (Foto: AFP)

AMMAN, iNews.id - Presiden SuriahBashar Al Assad memecat Perdana Menteri Imad Khamis. Kondisi perekonomian Suriah memburuk terkait pemberlakuan sanksi oleh Amerika Serikat dan Eropa.

Assad memilih Menteri Sumber Daya Air Hussein Arnous (67) untuk menggantikan posisi Khamis.

Selain menteri, Arnous berpengalaman mengelola daerah. Dia pernah menjabat Gubernur Provinsi Deir Zor dan Provinsi Quneitra.

Suriah mengalami krisis ekonomi dengan nilai tukar mata uang pound merosot dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini semakin menyulitkan rakyat karena harga-harga melonjak, padahal mereka sudah menderita akibat perang.

Sepanjang 2019, pound Suriah kehilangan lebih dari 80 persen nilainya. Selain akibat sanksi ekonomi dari AS dan Eropa, kondisi ini dipicu krisis keuangan di Lebanon.

Sanksi ekonomi yang keras dari AS, diberi nama Caesar Act, yang disahkan pada Desember 2019 mulai memberikan dampak secara langsung bulan ini.

Ratusan warga ke jalan di Kota Sweida berunjuk rasa terkait memburuknya perekonomian. Mereka mendesak Assad untuk mundur.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Trump Kirim Proposal Perjanjian Nuklir AS-Saudi ke Kongres, Syaratnya Harus Berdamai dengan Israel

7 jam lalu

Nah, AS Bersedia Batalkan Operasi Ekonomi terhadap Iran asal Selat Hormuz Dibuka Total

7 jam lalu

Pengadilan AS Larang Lelang 100 Lebih Benda Peninggalan Kapal Titanic, Kenapa?

8 jam lalu

Perang Brutal, Tentara Israel Gunakan Amunisi untuk 30 Tahun hanya dalam 3 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal