Eks Penasihat Keamanan Donald Trump Sebut AS Harus Punya Satu Agama

Ahmad Islamy Jamil
Mantan penasihat keamanan Donald Trump, Michael Flynn. (Foto: Reuters)

“Kata-katanya itu menjijikkan,” ungkap Hertling yang juga analis keamanan nasional untuk CNN, lewat cuitannya di Twitter.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat juga menyesalkan komentar Flynn tersebut. Anggota DPR AS Ilhan Omar dari Minnesota menyebut Flynn sebagai gambaran dari sosok yang membenci Konstitusi AS. 

Sementara Anggota DPR Ted Lieu dari California menuturkan, rakyat Amerika lebih bahagia hidup di republik yang konstitusional daripada negara teokrasi.

“Saya Katolik, dan apakah kami benar-benar ingin pemerintah memaksa semua orang untuk mengaku dosa? Saya dibaptis di perguruan tinggi dan kursus Gereja itu sangat lama. Michael Flynn akan tertidur di kelas Gereja,” cuit Lieu di Twitter.

Flynn hanya beberapa pekan menjabat penasihat keamanan AS di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump pada 2017. Dia berulang kali menuding Pemilu Presiden AS 2020 penuh dengan kecurangan.

Tahun lalu, Flynn mendapat pengampunan dari Trump setelah mengaku bersalah bahwa dia telah berbohong kepada FBI tentang komunikasi dengan pejabat Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
17 jam lalu

Kilang Minyak AS di Texas Meledak, Polisi Tepis Sabotase dari Iran

Internasional
18 jam lalu

Acuhkan Trump, Iran Gempur Israel Luluh Lantakkan Tel Aviv

Internasional
19 jam lalu

Ledakan Dahsyat Guncang Kilang Minyak AS di Texas, Pembalasan Iran?

Internasional
21 jam lalu

Terungkap! Pakistan, Mesir dan Turki Diam-Diam Berusaha Damaikan AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal