Eks Tentara AS Mualaf Dituduh Rencanakan Serangan Bom di Los Angeles

Anton Suhartono
Mark Steven Domingo (Foto: EPA-EFE)

Ada beberapa target yang disasarnya, di antaranya penganut Yahudi, gereja, dan polisi, namun Domingo memutuskan meledakkan bom rakitan di acara demonstrasi di Long Beach, namun digagalkan.

"Investigasi ini berhasil mengacaukan ancaman yang sangat nyata yang ditimbulkan oleh seorang prajurit tempur terlatih yang berulang kali menyatakan bahwa dia ingin menyebabkan jumlah korban maksimum," kata Jaksa Nick Hanna.

Pria yang bertugas di Afghanistan pada September 2012 hingga Januari 2013 itu menyampaikan pesan di sebuah grup online pada awal Maret, aksinya mengacu pada penembakan massal di Las Vegas tahun 2017 yang menewaskan 58 orang.

"Amerika membutuhkan Vegas lainnya, yang akan memberi mereka ketakutan yang dengan senang hati akan disebar ke seluruh dunia," katanya.

Bom itu dilengkapi ratusan paku dengan panjang 7 cm untuk digunakan sebagai pecahan dalam bahan peledak.

Domingo dituduh menyediakan dan berusaha memberikan dukungan materi kepada teroris dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
7 jam lalu

Trump: Kapal-Kapal Perang AS Siaga di Sekitar Iran sampai Kesepakatan Damai Tercapai

Internasional
10 jam lalu

Antara Gencatan Senjata dan Ilusi Perdamaian: Membaca Realitas Kesepakatan AS-Iran

Internasional
11 jam lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal Lintasi Selat Hormuz: Banyak Ranjau!

Internasional
12 jam lalu

Trump: Perundingan Damai AS-Iran Digelar Tertutup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal