Elon Musk Bikin Polling Lagi, Apa Harus Mundur dari CEO Twitter?

Umaya Khusniah
CEO Twitter Elon Musk meluncurkan jajak pendapat lagi. (Foto: AP Photo)

"Ke depan, akan ada pemungutan suara untuk perubahan kebijakan besar," cuitnya. 

Dilansir dari Reuters, jajak pendapat tersebut dilakukan setelah kebijakan Twitter terbaru melarang akun yang dibuat semata-mata untuk tujuan mempromosikan perusahaan media sosial lain dan konten yang berisi tautan atau nama pengguna untuk platform saingan.

Mantan CEO Twitter Jack Dorsey, yang baru-baru ini berinvestasi di platform media sosial Nostr, membalas postingan dukungan Twitter dengan satu kata: "Mengapa?". Dalam balasan ke posting pengguna lain tentang larangan promosi Nostr, Dorsey berkata, "tidak masuk akal".

Platform video pendek TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance Ltd China, tidak termasuk dalam daftar.

Sejak Elon Musk, yang juga CEO Tesla TSLA.O, membeli jejaring sosial tersebut, dia melakukan beberapa perubahan kebijakan di Twitter yang dinilai kacau. Salah satunya, dia memecat manajemen puncak dan memberhentikan sekitar setengah dari tenaga kerjanya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
4 hari lalu

Kekayaan Miliarder Dunia Tembus Rp266,22 Kuadriliun, Melonjak 12,8 Persen

14 hari lalu

Budi Gunadi Siap Mundur dari Menkes jika Terpilih Jadi Dirjen WHO

15 hari lalu

Dasco Janji Sahkan RUU Perampasan Aset Desember 2026: Kalau Tidak Selesai Kami Mundur

18 hari lalu

Kekayaan Elon Musk Kembali Melesat, Kini Tembus Rp15,12 Kuadriliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal