Erdogan Kritik Pedas Pemimpin Barat sambil Pamer Prestasi Berhasil Rangkul Rusia dan Ukraina

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan mengkritik para pemimpin Barat yang dianggapnya salah dalam menilai Vladimir Putin (Foto: Reuters)

Turki menjadi penengah atas kesepakatan yang diteken pekan lalu antara Rusia dan Ukraina, yakni negosiasi kesepakatan ekspor biji-bijian. Sebelum itu, Turki juga menjadi tuan rumah pembicaraan damai di masal awal konflik antara dua pihak, meski proses itu gagal.

"Kami bertekad untuk menerapkan perjanjian tersebut,” kata Erdogan, merujuk pada kesepakatan ekspor biji-bijian Ukraina.

Dampak dari kesepakatan itu, lanjut dia, bisa mengurangi krisis pangan global. Ukraina merupakan salah satu eksportir gandum atau biji-bijian terbesar di dunia.

Erdogan melanjutkan, Turki tak menganggap Rusia dan Ukraina sebagai musuh. Turki belum menjatuhkan sanksi apa pun terhadap Rusia, tapi di lain pihak bisa memasok persenjataan ke Ukraina yang bahkan digunakan dalam perang melawan pasukan Beruang Merah, seperti drone Bayraktar TB-2.

Mengenai hubungan dengan Rusia, Erdogan menegaskan Turki fokus pada isu-isu saling menguntungkan, seperti proses perdamaian di Suriah. 

Sebagai bagian dari inisiatif 'Astana Three', Erdogan telah membahasnya bersama Putin dan Presiden Iran Ebrahim Raisi di Teheran awal bulan ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

Momen Prabowo Disambut Hangat Mahasiswa Indonesia saat Tiba di Rusia

10 jam lalu

Prabowo Tiba di Vladivostok, Disambut Pejabat Tinggi Rusia

13 jam lalu

Putin Undang Khusus Prabowo ke Rusia, Seskab Teddy: sebagai Tamu Kehormatan Utama

15 jam lalu

Putin Titip Salam untuk Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Kode Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal