NEW YORK, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meragukan janji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut bisa segera mengakhiri perang di Jalur Gaza. Trump berkali-kali mengatakan perang segera berakhir, namun tak juga selesai.
Menurut Erdogan, konflik tersebut terlalu kompleks untuk diselesaikan dalam waktu singkat, bahkan oleh negara adidaya sekalipun.
Dalam wawancara dengan Fox News di sela Sidang Umum PBB di New York, Senin (22/9/2025), Erdogan menyinggung pernyataan Trump yang sebelumnya juga berjanji akan mengakhiri perang Rusia-Ukraina, namun hingga kini konflik itu belum terselesaikan.
“Dia (Trump) mengatakan, ‘Saya akan mengakhiri perang Rusia-Ukraina.’ Apakah perang itu berakhir? Perang masih berlanjut. Demikian pula dia mengatakan, ‘Saya akan mengakhiri perang di Gaza.’ Apakah berhasil? Tidak,” kata Erdogan.
Tuduh Netanyahu Lakukan Genosida
Dalam kesempatan itu, Erdogan kembali menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas pembantaian brutal terhadap rakyat Palestina.
“Saya rasa kita tidak bisa menjelaskannya dengan cara lain. Ini sepenuhnya genosida. Dan genosida ini disebabkan oleh Netanyahu. Netanyahu, tanpa ampun, telah membunuh puluhan ribu orang dengan genosida ini,” ujarnya.
Lebih dari 65.000 warga Gaza tewas dan 120.000 lainnya luka akibat agresi Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023, sebagian besar adalah anak-anak.