Erdogan: Sanksi AS Terhadap Iran Hancurkan Keseimbangan Dunia

Nathania Riris Michico
Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan. (Foto: AFP)

"Dialog dan keterlibatan jauh lebih bermanfaat daripada sanksi," tutur Cavusoglu.

AS mengumumkan serangkaian sanksi kedua yang menargetkan sektor energi dan keuangan Iran bersama dengan industri pelayarannya. Namun, delapan negara termasuk Turki menerima pembebasan AS untuk terus mengimpor minyak Iran.

Sanksi yang berefek langsung pada sektor perminyakan dan keuangan itu merupakan imbas dari keluarnya AS dalam kesepakatan nuklir multilateral pada 2015.

Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan ini pada Mei lalu. Trump menganggap kesepakatan nuklir 2015 cacat.

Di antara alasannya, usia berlakunya selama 10 hingga 15 tahun. Selain itu, Iran dicurigai mengembangkan nuklirnya untuk persenjataan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut sanksi ini sebagai yang terberat yang pernah diberlakukan bagi Iran.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
5 hari lalu

Terungkap! Hampir 60 Pesawat Militer AS Rusak Dihantam Iran, Kerugian Tembus Rp58 Triliun

5 hari lalu

Erdogan Masih Bisa Maju Pilpres Turki Lagi pada 2028

5 hari lalu

PBB Ungkap Serangan Tanpa Pandang Bulu AS ke Sekolah di Iran, Bakal Tuntut Pertanggungjawaban

5 hari lalu

Tim Pencari Fakta PBB: AS Mungkin Lakukan Kejahatan Perang di Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal