Erdogan Serukan Boikot Produk Prancis, Turki Semakin Jauh dari Keanggotaan Uni Eropa

Anton Suhartono
Komisi Eropa menyebut seruan boikot oleh Presiden Erdogan merupakan kemunduran bagi upaya Turki untuk menjadi anggota Uni Eropa (Foto: AFP)

"Kewajiban bilateral yang dijanjikan Turki di bawah perjanjian ini, seperti dinyatakan dalam Perjanjian Asosiasi, Serikat Pabean, serta perdagangan bebas pertanian, batu baram dan baja, harus dihormati sepenuhnya," ujarnya.

Turki mengajukan diri untuk bergabung dengan Ekonomi Eropa pada 1987 dan memulai negosiasi aksesi resmi ke Uni Eropa pada 2005, namun pembicaraan terhenti secara efektif.

Presiden Erdogan pada Senin (26/10/2020) meminta warganya untuk memboikot produk Prancis.

"Seperti telah dikatakan di Prancis, 'jangan beli barang berlabel Turki'. Saya menyerukan kepada rakyat saya di sini, jangan pernah memberi kredit produk berlabel Prancis, jangan membelinya," kata Erdogan, dalam pidato yang disiarkan di televisi.

Bukan hanya itu, Erdogan mengatakan muslim di Eropa menjadi sasaran pembunuhan seperti dialami orang Yahudi sebelum Perang Dunia II.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
15 jam lalu

Prabowo Ditelepon Presiden Turki Erdogan, Bahas Apa?

3 hari lalu

Tragis! Pria Tewas Beberapa Hari Jelang Pernikahan, Ditikam Calon Istri

5 hari lalu

Presiden Macron Ungkap Kondisi Dunia saat Ini: Seperti Kembali ke Hukum Rimba

5 hari lalu

Indonesia-Prancis Gelar Dialog Menhan Tahunan Perdana, Bahas Latihan Garuda Guerrier

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal