Meski demikian, tidak satu pun blok diproyeksikan meraih 61 kursi yang dibutuhkan untuk menguasai mayoritas di parlemen Israel yang memiliki total 120 kursi.
Lembaga penyiaran publik Israel bahkan menyoroti posisi Netanyahu dalam hasil proyeksi awal tersebut.
“Masih belum jelas siapa yang memenangkan pemilu ini, tetapi sudah ada pihak yang kalah telak, Netanyahu,” tulis lembaga penyiaran tersebut dalam judul unggahannya di media sosial.
Menurut laporan media Israel, Netanyahu mulai menghubungi para pemimpin partai koalisi setelah hasil proyeksi awal diumumkan. Surat kabar Yedioth Ahronoth juga melaporkan bahwa Partai Likud pimpinan Netanyahu meminta para anggotanya tidak berbicara kepada media massa.
Sementara itu, Gadi Eisenkot, pemimpin partai oposisi Yashar, menilai hasil exit poll tersebut menunjukkan hilangnya kepercayaan publik terhadap Netanyahu dan pemerintahannya.