TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu mengaku khawatir negaranya bakal dijatuhi sanksi ekonomi dan perbankan terkait perang di Jalur Gaza. Dia meminta pemerintah Israel bersiap menghadapi kemungkinan tersebut, di tengah meningkatnya penentangan internasional terhadap kebijakan militer Israel.
Netanyahu memperingatkan, Israel harus mengembangkan sistem ekonomi dan keuangan alternatif agar mampu bertahan jika sanksi benar-benar diberlakukan. Dia juga meminta jajarannya menyiapkan langkah untuk mengantisipasi gangguan terhadap rantai pasok.
“Anda harus memahami bahwa mungkin ada sanksi, termasuk sanksi perbankan. Anda harus mempersiapkan ekonomi yang dapat mengatasi sanksi tersebut,” kata Netanyahu, dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 10, dikutip Minggu (25/10/2026).
Saat ditanya apakah rantai pasok dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi sanksi ekonomi, Netanyahu menjawab, “Iya, itu salah satu caranya. Saya sudah meminta rencana untuk mempersiapkannya.”
Peringatan tersebut muncul ketika Israel menghadapi sorotan dan kecaman internasional atas operasi militernya di Jalur Gaza. Perang yang berlangsung di wilayah Palestina itu telah memicu tekanan terhadap pemerintah Israel, termasuk desakan agar dukungan internasional kepada negara tersebut ditinjau kembali.