Jatuhnya MQ-9 terbaru juga terjadi di tengah eskalasi serangan di Selat Hormuz. Militer AS sebelumnya menyerang Pulau Larak di Iran dengan menggunakan drone. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan fasilitas peluncuran roket.
Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menargetkan dua pangkalan militer AS di Yordania. Serangan balasan itu terjadi beberapa jam setelah serangan AS terhadap Pulau Larak, atau pada Senin dini hari waktu setempat.
Konflik yang kembali memanas tersebut membuat Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling rawan dalam konfrontasi militer AS-Iran. Kawasan ini memiliki arti strategis karena menjadi jalur penting bagi lalu lintas energi dan pelayaran internasional.
Kerugian hingga Rp23 triliun dari kehilangan sekitar 45 MQ-9 Reaper juga menunjukkan besarnya biaya yang harus ditanggung AS dalam mempertahankan operasi udara selama perang. Nilai tersebut belum memperhitungkan biaya operasional, pemeliharaan, persenjataan, maupun sistem pendukung yang digunakan untuk menjalankan armada drone tersebut.