Fasilitas Nuklir Rahasia Diserang Israel, Iran: Tak Mungkin Tanpa Bantuan IAEA!

Anton Suhartono
Pemerintah Iran mencurigai IAEA turut berperan dalam serangan Israel terhadap fasilitas nuklirnya pada Juni lalu (Foto: AP)

Fasilitas untuk Keperluan Medis Justru Jadi Target

Menurut Eslami, fasilitas nuklir yang diserang itu digunakan untuk memproduksi bahan bakar reaktor riset, yang menghasilkan isotop radioaktif untuk penggunaan medis di rumah sakit. Iran menegaskan, kegiatan di fasilitas tersebut sepenuhnya bersifat damai.

Namun serangan Israel pada 13-24 Juni lalu tidak hanya menyasar fasilitas nuklir, melainkan juga menghantam sejumlah ilmuwan dan pejabat militer Iran yang dianggap berperan dalam program nuklir negara tersebut.

AS Ikut Serang Tiga Fasilitas Nuklir Iran

Tidak berhenti pada serangan Israel, Amerika Serikat (AS) juga melakukan serangan langsung terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni. Serangan itu kemudian dibalas Teheran sehari setelahnya dengan menggempur pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah, Al Odeid, Qatar.

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengakui secara terbuka bahwa dialah yang memerintahkan Israel untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Teheran menuntut penjelasan dari IAEA mengenai bagaimana informasi mengenai fasilitas yang dibangun dengan bantuan lembaga itu bisa menjadi target awal serangan Israel.

Kecurigaan Iran memicu kekhawatiran internasional, mengingat IAEA selama ini berfungsi sebagai lembaga independen yang memastikan kegiatan nuklir negara anggota berjalan sesuai aturan global.

Hingga kini, IAEA belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan tersebut. Namun, tekanan politik terhadap lembaga itu diperkirakan akan meningkat seiring memburuknya hubungan Iran dengan AS dan Israel.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
30 menit lalu

Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada

2 jam lalu

Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?

3 jam lalu

Nah, Militer AS Tak Bisa Lindungi 50.000 Tentara di Timur Tengah dari Serangan Iran

3 jam lalu

Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal