Filipina Darurat Energi: Banyak Pesawat Tak Bisa Terbang karena Harga Bahan Bakar Naik 100%

Anton Suhartono
Filipina terpaksa mengandangkan banyak pesawat komersial karena krisis energi (Foto: Reuters)

MANILA, iNews.id - Presiden FilipinaFerdinand Marcos Jr mengumumkan keadaan darurat energi nasional, Selasa (24/3/2026), dampak dari perang Timur Tengah. Salah satu pengaruh dari kurangnya pasokan bahan bakar serta kenaikan harganya yang signifikan, Filipina akan mengandangkan banyak pesawat komersial.

Usai mengumumkan keadaan darurat, Marcos memperingatkan, penghentian operasional pesawat karena kekurangan bahan bakar jet akan menjadi kenyataan.

Beberapa negara menolak untuk mengisi bahan bakar pesawat maskapai Filipina. Kondisi tersebut memaksa perusahaan untuk mengisi bahan bakar ekstra untuk penerbangan pergi-pulang.

Kondisi tersebut akan berdampak parah pada penerbangan jarak jauh.

"Kami sebenarnya berharap tidak (terjadi), tapi ini adalah kemungkinan yang nyata," kata Marcos, kepada Bloomberg.

Maskapai penerbangan berongkos rendah Cebu Pacific mengumumkan penangguhan rute sementara dan pengurangan frekuensi selama periode April hingga Oktober 2026. Alasannya, harga bahan bakar jet saat ini naik lebih dari dua kali lipat atau 100 persen lebih dibandingkan rata-rata pada 2025.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

81 Pesawat Militer AS Rusak dan Hancur Selama Perang Melawan Iran, Ini Daftarnya

14 jam lalu

Data Terbaru: 81 Pesawat Militer AS Hancur dan Rusak Selama Perang Melawan Iran

14 jam lalu

Israel-AS Siapkan Serangan Terbaru, Iran: Balasan Kami Lebih Dahsyat

15 jam lalu

Trump Kian Agresif Jelang Pemilu, Perang Iran Jadi Senjata Kampanye?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal