Aset yang dipindahkan mencakup pesawat, sistem pertahanan udara, perangkat komunikasi, serta perlengkapan penting untuk mendukung operasional pangkalan.
Salah satu kerugian yang disorot adalah kerusakan pesawat pengintai E-3 Sentry di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Serangan Iran juga merusak sejumlah pesawat pengisi bahan bakar militer.
Analis yang dikutip AP menilai, serangan drone berbiaya relatif murah dapat menjadi ancaman serius bagi fasilitas militer yang dibangun secara permanen. Kondisi ini membuat pangkalan militer yang selama ini menjadi tumpuan operasi AS semakin rentan terhadap serangan jarak jauh.
Meski demikian, Departemen Pertahanan (Pentagon) membantah anggapan bahwa pangkalan dan pasukan AS tidak terlindungi.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan, pasukan serta pangkalan AS memiliki perlindungan yang memadai.
Komando Pusat AS (Centcom), yang bertanggung jawab atas operasi militer Amerika di Timur Tengah, tidak memberikan rincian kerusakan dengan alasan keamanan operasional.