TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan akan menyerang kembali Israel jika militer Zionis terus membmbardir Lebanon. Ini bisa mengancam kesepakatan damai Amerika Serikat (AS)-Iran yang sedianya akan diteken pada Jumat (19/6/2026) di Jenewa, Swiss.
Markas Besar Militer Khatam Al Anbiya menyebut pasukan Israel melanjutkan operasi militer di Lebanon Selatan meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan berakhirnya perang.
Disebutkan, serangan berkelanjutan terhadap Lebanon bisa memicu respons militer dari Iran. Khatam Al Anbiya menyebut pasukan Israel melanggar gencatan senjata di Lebanon sebanyak 84 kali hanya dalam 2 hari terakhir.
"Jika pasukan Israel tidak menghentikan 'agresi' di Lebanon Selatan, mereka harus menghadapi 'respons keras' dari angkatan bersenjata Iran," demikian pernyataan Khatam Al Anbiya, sebagaimana dilaporkan kantor berita ISNA, dikutip Rabu (17/6/2026).
Ancaman keras tersebut disampaikan di tengah ketegangan yang terus berlanjut di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel, meski AS dan Iran pada Senin lalu mencapai kesepahaman untuk mengakhiri perang di semua lini.