Sejak itu, para pejabat Iran menegaskan, militernya tak akan memulai perang, tapi akan membalas jika diserang.
Serangan Israel ke Iran menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk komandan senior angkatan bersenjata, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), serta ilmuwan nuklir.
Di tengah pertempuran itu atau pada 22 Juni, Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan ikut terlibat membantu Israel dengan menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Iran membalas dengan serangan rudal dan pesawat tak berawak yang menewaskan puluhan orang Israel, termasuk pangkalan militer AS di Qatar.
Presiden AS Donald Trump lalu mengumumkan penghentian pertempuran pada 24 Juni. Tdak ada kesepakatan yang ditandatangani kedua pihak, melainkan hanya jeda permusuhan yang tidak ada batas waktunya.