Gawat! Tenaga Medis 70 RS di Myanmar Mogok Kerja Gara-Gara Kudeta

Ahmad Islamy Jamil
Djairan
Kudeta yang dilakukan militer Myanmar menuai protes dari masyarakat di negara itu, termasuk kalangan pekerja medis. (Foto: Reuters)

Itu adalah aksi protes pertama masyarakat menolak penggulingan kepala pemerintahan terpilih di negara itu, Aung San Suu Kyi, oleh tentara.

Dalam protes publik terbesar terhadap kudeta sejauh ini, orang-orang di Yangon beramai-ramai meneriakkan “enyahlah kejahatan!”. Mereka juga menggedor-gedor panci logam dengan gerakan tari tradisional yang biasa digunakan untuk mengusir kejahatan atau karma buruk.

Tak hanya masyarakat biasa, petugas medis dari setidaknya 20 rumah sakit pemerintah juga ikut bergabung dalam aksi penolakan tersebut. Salah satu di antara mereka tampak menggunakan jas hazmat bertulisan “kediktatoran harus gagal” di bagian belakangnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
21 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

28 hari lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

1 bulan lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

2 bulan lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal