Gaza Butuh Dana Rp881 Triliun untuk Rekonstruksi, Ini Perinciannya

Anton Suhartono
Jalur Gaza membutuhkan biaya sangat besar untuk rekonstruksi akibat 2 tahun serangan Israel, yakni setidaknya 53 miliar dolar AS (Foto: AP)

ISTANBUL, iNews.id - Jalur Gaza membutuhkan biaya sangat besar untuk rekonstruksi akibat kehancuran masif akibat 2 tahun serangan Israel. Sekitar 90 persen bangunan di wilayah kantong itu hancur.

Laporan Penilaian Kerusakan dan Kebutuhan Sementara (IRDNA) Gaza dan Tepi Barat, sebagaimana dirilis Bank Dunia, Uni Eropa, dan PBB pada Februari 2025, mengungkap perkiraan biaya 53 miliar dolar AS atau sekitar Rp881 triliun untuk rekonstruksi.

Sementara kebutuhan jangka pendek dalam 3 tahun pertama pasca-perang diperkirakan sekitar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp332,4 triliun.

Berdasarkan penilaian tersebut, berdasarkan data situasi yang diambil dari Oktober 2023 hingga Januari 2025, perkiraan kerusakan fisik yang terjadi sekitar 29,9 miliar dolar dan kerugian ekonomi dan sosial sebesar 19,1 miliar dolar.

Sementara penghitungan yang dilakukan pihak lain, biaya rekonstruksi Gaza lebih tinggi daripada angka yang disajikan IRDNA.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
45 menit lalu

Sering Mulas setelah Minum Kopi Susu? Jangan Buru-Buru Salahin Kopinya

19 jam lalu

Korupsi Sasar Perguruan Tinggi, KPK: Ancaman Serius Masa Depan Indonesia

20 jam lalu

Facial Lifting dengan Volulift 2.0 Lebih Efektif Kencangkan Wajah? Ini Kata Dokter!

24 jam lalu

Para Perwira Israel Sudah Cepek dengan Netanyahu, Tak Mau Perang Baru Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal