Dari 251 bangunan itu, para peneliti membagi dalam tiga kategori didasarkan dari seberapa besar kemungkinan gedung akan roboh. Untunglah, 250 bangunan di antaranya masuk dalam kategori Tipe 2 dan 3, di mana kecil kemungkinan akan roboh.
Namun satu bangunan masuk kategori Tipe 1 menandakan sangat besar kemungkinan akan roboh. Gedung itulah Shibuya 109.
Jika gedung yang di dalamnya berisi toko butik pakaian perempuan itu roboh maka akan menimbulkan dampak besar bagi penghuni dan orang di sekitarnya. Di dalamnya terdapat puluhan butik, ratusan karyawan serta dikunjungi ribuan orang setiap hari.
Tak hanya itu, jika menara utama roboh ke arah persimpangan segitiga yang ramai oleh pejalan kaki, maka akan menghambat arus lalu lintas dan menghalangi tim tanggap darurat saat memberikan pertolongan di Tokyo. Akses ke stasiun Shibuya pun akan terganggu.
Untungnya, Shibuya 109 sudah dipasangi alat stabilisasi guncangan gempa. Rencananya satu set alat stabilator lagi akan dipasang pada tahun fiskal ini. Shibuya 109 merupakan bangunan yang dimiliki beberapa entitas, sehingga mereka harus menyepakati terlebih dulu untuk memasangkan alat penahan gempa tambahan.