Di Jerman, gerakan anak muda bernama Gen Z regelt, yang secara kasar berarti "Gen Z yang akan menanganinya", menyerukan demonstrasi di sekitar 30 kota. Mereka mengangkat isu pendidikan, kesehatan, perlindungan iklim, biaya hidup, serta penolakan terhadap wacana pemberlakuan kembali wajib militer.
Pihak penyelenggara menyatakan lebih dari 180.000 orang telah mendaftar secara daring untuk mengikuti aksi tersebut.
Kepolisian Berlin memperkirakan sekitar 10.000 orang akan berkumpul di Gerbang Brandenburg. Sejumlah toko di kawasan Kurfuerstendamm bahkan terlihat menutup jendela dengan papan kayu, meski aparat menyatakan tidak mengetahui adanya ancaman kekerasan secara spesifik. Demonstrasi diperkirakan dimulai pada siang hari.
Di Barcelona, Spanyol, kepolisian Catalan berencana menerapkan status siaga tertinggi setelah sebuah jaringan anonim di TikTok bernama Blocus menyerukan pertemuan massa baru. Kerusuhan di kota tersebut pada Sabtu sebelumnya berujung pada penangkapan sekitar 130 orang, yang sebagian besar merupakan anak di bawah umur.
Sementara itu, kepolisian Italia meningkatkan kesiagaan setelah bentrokan terjadi di Milan, Turin, dan Bologna. Seruan demonstrasi juga terus beredar di media sosial, menandakan gelombang protes anak muda terkait pendidikan, biaya hidup, dan kebijakan pemerintah meluas ke berbagai negara Eropa.