Pintu masuk ke terowongan uji coba diledakkan di hadapan jurnalis asing yang diundang. Namun Korut menolak memberi izin kepada pakar internasional untuk mengecek penutupan fasilitas.
Sementara itu uji coba nuklir pada 2017, di mana Korut menyebutnya dengan termonuklir, memiliki kekuatan beberapa kali lebih besar dibandingkan tes sebelumnya.
Beberapa pekan setelah uji coba itu, para ahli mendeteksi serangkaian getaran dan tanah longsor di dekat lokasi sebagai tanda bahwa ledakan dahsyat mengguncang wilayah itu.