Bahkan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, memperingatkan negara-negara anggota untuk menggali lebih dalam persediaan sistem pertahanan udara masing-masing dan segera bertindak karena Oreshnik belum tertandingi.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan miiliternya melakukan serangan skala besar terhadap fasilitas-fasilitas penting di Ukraina pada Jumat lalu. Serangan tersebut melibatkan senjata jarak jauh berpresisi tinggi yang diluncurkan dari platform berbasis darat dan laut, termasuk Oreshnik, serta drone serang.
Serangan itu sebagai pembalasan atas gempuran Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin di Wilayah Novgorod pada 29 Desember 2025.