Pemandangan umum yang menunjukkan Biara Kyiv Pechersk Lavra di Kiev, Ukraina. Biara ini berada di bawah Gereja Ortodoks Ukraina-Patriarkat Moskow. Gambar diambil pada 27 April 2020. (Foto: Reuters)
Ahmad Islamy Jamil

KIEV, iNews.id – Salah satu cabang Gereja Ortodoks Ukraina yang tetap setia kepada Moskow setelah perpecahan pada 2019 menyatakan bakal memutuskan hubungan dengan Gereja Ortodoks Rusia. Langkah tersebut sebagai respons atas operasi militer Rusia di Ukraina.

Ukraina memperoleh pengakuan dari para pemimpin spiritual Kristen Ortodoks di seluruh dunia untuk membentuk sebuah gereja yang independen dari Moskow pada 2019. Hal itu menyebabkan berakhirnya sebagian besar hubungan keagamaan yang terjalin selama berabad-abad antara kedua negara.

Akan tetapi, banyak juga paroki—terutama di wilayah timur Ukraina—yang memilih untuk tetap setia di bawah payung Gereja Ortodoks Ukraina-Patriarkat Moskow.

Setelah para pemimpinnya menggelar pertemuan, gereja tersebut akhirnya mengumumkan bahwa mereka akan mendeklarasikan “kemerdekaan penuh” dari Rusia.

“Dewan (gereja) telah menyetujui penambahan dan perubahan yang sesuai pada Statuta Manajemen Gereja Ortodoks Ukraina, yang menunjukkan otonomi penuh dan kemerdekaan Gereja Ortodoks Ukraina,” kata gereja tersebut dalam sebuah pernyataan pada Jumat (27/5/2022) malam waktu setempat, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan gereja itu juga mengutuk agresi Rusia ke Ukraina yang berlangusng sejak 24 Februari lalu. Gereja tersebut juga mengecam dukungan yang diberikan oleh pemimpin tertinggi Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Kirill, kepada militer Rusia.

Hasil survei oleh Razumkov Center yang berbasis di Kiev pada 2020 menemukan bahwa 34 persen orang Ukraina mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota Gereja Ortodoks Ukraina. Sementara  itu, sebanyak 14 persen adalah anggota Gereja Patriarkat Moskow Ukraina.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT