Google Blokir Konten Berita di Kanada terkait Aturan Publisher Rights

Anton Suhartono
Google uji coba pemblokiran konten berita di Kanada menyusul langkah pemerintah untuk menerapkan UU Berita Online (Foto: Reuters)

OTTAWA, iNews.id - Google menguji coba pemblokiran konten berita di Kanada sebagai respons atas desakan pemerintah negara itu. Kanada sebelumnya memaksa perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) tersebut untuk membayar kepada penyedia konten berita.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menilai, keputusan Google tersebut sebagai kesalahan besar. Dia menegaskan pemblokiran berita oleh Google di Kanada cukup mengganggunya. Trudeau menyayangkan Google lebih memilih memblokir konten berita ketimbang membayar media penyedia konten berita.

"Sangat mengejutkan Google memutuskan lebih suka mencegah orang Kanada mengakses berita daripada sungguh-sungguh membayar jurnalis atas pekerjaan yang mereka lakukan," katanya, pada Sabtu lalu.

"Saya kira ini kesalahan besar dan saya tahu warga Kanada mengharapkan jurnalis dibayar dengan layak untuk pekerjaan mereka," katanya, lagi.

Google pekan ini menguji coba pemblokiran akses ke konten berita terhadap beberapa pengguna di Kanada. Langkah itu diambil sebagai tanggapan atas "Undang-Undang Berita Online" yang diusulkan pemerintahan Trudeau. UU itu kemungkinan segera disahkan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
16 jam lalu

Trump Murka Google Didenda Rp18 Triliun oleh Uni Eropa: Perampok!

5 hari lalu

Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!

8 hari lalu

Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!

9 hari lalu

Bak Film Twilight Saga, Ini Penyebab Langit Kanada Berubah Jadi Oranye

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal