Google Setop Donasi Politik untuk Anggota Kongres AS yang Menentang Hasil Pilpres

Djairan
Logo Google (ilustrasi). (Foto: Ist.)

MOUNTAIN VIEW, iNews.id – Google menyatakan tidak lagi memberikan donasi hasil kontribusi komite aksi politik perusahaan itu kepada anggota Kongres AS yang memberikan suara menentang pengesahan hasil Pilpres AS 2020.

Pada awal Januari 2021, pascapenyerbuan Gedung Parlemen AS (Capitol) oleh pendukung mantan Presiden Donald Trump, raksasa teknologi itu memang berencana menghentikan kontribusinya. Keputusan itu guna menilai kembali kebijakan kontribusi politik Google terhadap pelaksanaan Pilpres AS.

“Setelah peninjauan itu, dewan NetPAC telah memutuskan bahwa mereka tidak akan memberikan kontribusi apa pun pada siklus ini, kepada anggota Kongres mana pun yang memberikan suara menentang sertifikasi hasil pemilihan presiden,” ungkap Google dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Selasa (26/1/2021).

Mengutip situs resmi Google pada laman Kebijakan Publik AS, NetPAC adalah sebuah komite aksi politik federal yang dibentuk pada 2006. Komite itu memungkinkan karyawan Google, melalui dana pribadi mereka, dapat memberikan dukungan pada pesta demokrasi Amerika Serikat.  

Namun, dukungan tersebut menjadi terganggu usai ratusan pendukung Trump menyerbu aula Kongres di Gedung Capitol, 6 Januari lalu. Para demonstran itu berupaya membalikkan kekalahan Trump—yang mereka klaim disebabkan oleh kecurangan.

Menyusul insiden itu, Partai Republik di Kongres AS menghadapi pukulan balik dari beberapa perusahaan-perusahaan yang menghentikan sumbangan kampanye politik mereka. Sebut saja Amazon, AT&T, Comcast Corp, hingga Verizon Communications di antara banyak perusahaan besar yang mengancam akan membatasi penggalangan dana untuk Partai Republik. 

AT&T dan Comcast menjadi donor korporat terbesar di Washington DC.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

2 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

1 hari lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

2 hari lalu

81 Pesawat Militer AS Rusak dan Hancur Selama Perang Melawan Iran, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal