Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Gentar Diserbu Mobil China, 55 Persen Konsumen Daihatsu Ternyata di Daerah
Advertisement . Scroll to see content

CEO Bugatti Sindir Strategi Produsen Mobil Eropa, Tak Perlu Tiru China

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:25:00 WIB
CEO Bugatti Sindir Strategi Produsen Mobil Eropa, Tak Perlu Tiru China
CEO Bugatti Rimac, Mate Rimac menilai produsen mobil Eropa tidak perlu meniru strategi pabrikan China untuk menghadapi persaingan industri otomotif global. (Foto: Iantagram Mate Rimac)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - CEO Bugatti Rimac, Mate Rimac menilai produsen mobil Eropa tidak perlu meniru strategi pabrikan China untuk menghadapi persaingan industri otomotif global. Sebaliknya, dia mendorong produsen Eropa memperkuat keunggulan dan karakter khas mereka, terutama dalam segmen mobil mewah.

Pandangan tersebut disampaikan Rimac melalui video yang diunggah di Instagram. Dia mengakui industri otomotif Eropa menghadapi tekanan besar akibat perkembangan pesat produsen mobil China, mulai dari teknologi kendaraan listrik (EV), fitur digital, hingga kemampuan pengisian daya.

Namun, Rimac tidak sepakat jika produsen Eropa hanya mengikuti tren yang dikembangkan para pesaingnya. Menurut dia, menghabiskan banyak uang untuk konsultan demi meniru strategi kompetitor bukanlah satu-satunya cara mempertahankan daya saing.

Dia mencontohkan tren penggunaan layar hiburan berukuran besar, pengurangan tombol fisik, dan teknologi pengisian daya yang semakin cepat. Alih-alih hanya berfokus pada aspek tersebut, Rimac mengajak produsen Eropa kembali menonjolkan kualitas material, detail pengerjaan, dan pengalaman berkendara yang eksklusif.

Untuk memperjelas pandangannya, Rimac mencontohkan interior Bentley Arnage yang diproduksi pada 1998 hingga 2009. Mobil mewah asal Inggris itu memiliki ventilasi udara yang kokoh, sakelar fisik, karpet tebal, serta penggunaan kulit dan kayu asli.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut